Produk · 29 Agustus 2026

Juga diterbitkan dalam Deutsch, English, Português (Brasil), 日本語

Startup antariksa Prancis ARCSPACE menggalang lebih dari 2 juta euro untuk mengembangkan teknologi perbaikan satelit di orbit

person using MacBook Pro
Campaign Creators / Unsplash

Startup antariksa Prancis ARCSPACE mengumumkan telah menggalang dana lebih dari 2 juta euro untuk mengembangkan teknologi penyambungan dan pemotongan menggunakan berkas elektron berenergi tinggi yang dapat dioperasikan di orbit. Dana tersebut akan digunakan untuk memvalidasi teknologi ini dalam kondisi operasional nyata di luar angkasa. Perusahaan ini menargetkan satelit yang tidak dirancang untuk dapat diperbaiki selama masa operasinya.

Teknologi yang dikembangkan ARCSPACE memungkinkan pemotongan, penyambungan, dan pengelasan material di lingkungan vakum dan tanpa campur tangan manusia langsung. Proses ini sebelumnya sudah dikenal dalam industri manufaktur, namun tantangannya adalah meminimalkan ukuran peralatan agar dapat digunakan di luar angkasa serta memastikan daya tahannya terhadap getaran saat peluncuran, suhu ekstrem, dan kondisi vakum yang sangat rendah. Dengan teknologi ini, ARCSPACE berencana menciptakan atau memodifikasi antarmuka fisik pada satelit yang tidak memiliki fitur perawatan sejak awal pembuatannya.

Pendanaan senilai lebih dari 2 juta euro ini dipimpin oleh DEPO Ventures melalui dana DEPO Ventures One, dengan partisipasi SCE Freiraum Ventures, IRDI Capital Investissement, serta jaringan investor bisnis perorangan Prancis. Guillaume Mohara, CEO dan salah satu pendiri ARCSPACE, menyatakan bahwa industri antariksa selama ini menerapkan model sekali pakai, di mana satelit yang mengalami kerusakan atau kehabisan bahan bakar dianggap tidak dapat digunakan lagi meskipun sebagian besar komponennya masih berfungsi.

Menurut laporan European Space Policy Institute, pasar servicing orbital diperkirakan akan bernilai antara 5,1 hingga hampir 7 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2030. Meskipun demikian, pasar ini masih dalam tahap awal perkembangan dan belum memiliki struktur komersial yang matang. Beberapa misi komersial, seperti MEV-1 dan MEV-2 milik Northrop Grumman, telah menunjukkan potensi ekonomi dari perpanjangan masa pakai satelit, namun operasinya masih terbatas dan belum menjadi standar industri.

ARCSPACE telah menarik minat lebih dari selusin perusahaan komersial dan tengah menjalin kerja sama dengan CNES, ESA, serta European Defence Fund. Perusahaan ini juga tidak sendirian dalam mengembangkan teknologi penyambungan di luar angkasa. Pada Mei 2024, perusahaan Amerika Serikat ThinkOrbital dan Inggris Raya TWI berhasil melakukan penyambungan otomatis menggunakan berkas elektron di luar angkasa, yang kemudian dianalisis oleh ESA. ARCSPACE sendiri berencana melakukan operasi penyambungan otomatis selama lebih dari 100 detik pada tahun 2027.

Industri servicing orbital melibatkan berbagai pemain yang saling melengkapi. Perusahaan seperti ASTROSCALE fokus pada pengembangan teknologi pertemuan, pendekatan, inspeksi, penangkapan, dan perpanjangan masa pakai satelit. Teknologi-teknologi ini dapat menjadi mitra atau pelanggan potensial ARCSPACE jika mereka memilih untuk mengintegrasikan peralatan ARCSPACE ke dalam platform mereka. Dengan demikian, ekosistem servicing orbital yang komprehensif masih perlu dibangun untuk mendukung operasional perbaikan satelit di masa depan.

FrenchWeb melaporkan berita ini.