Produk · 26 Agustus 2026

Juga diterbitkan dalam Français, Italiano, Polski, Türkçe, Norsk, Svenska, Nederlands, Português (Brasil), 中文

AliExpress Diduga Mengumpulkan Data Perangkat Melalui Pelacakan Audio Tersembunyi di Browser

A server room with rows of black and white cabinets under blue cables
Taylor Vick / Unsplash

AliExpress diduga menggunakan pelacakan audio tersembunyi yang memungkinkan pengumpulan karakteristik unik perangkat melalui browser. Situs ini dilaporkan menjalankan proses audio tanpa mengeluarkan suara, sehingga data yang dihasilkan dapat digunakan bersama parameter lain untuk membentuk sidik jari digital perangkat.

Menurut laporan yang dirilis 3DNews, dugaan pelanggaran ini muncul setelah seorang pengembang menemukan masalah pada headphone Bluetooth saat menggunakan AliExpress. Saat halaman situs terbuka, headphone gagal beralih dari komputer ke ponsel, namun gangguan hilang setelah halaman ditutup. Setelah memeriksa kode sumber AliExpress, pengembang menemukan penggunaan Web Audio API untuk membuat grafik audio dengan volume nol. Meskipun pengguna tidak mendengar suara, browser tetap memproses sinyal audio dan terhubung ke sistem audio perangkat, yang diduga memengaruhi kinerja headphone Bluetooth.

Penggunaan grafik audio dengan volume nol ini tidak terkait dengan pemutaran media biasa. Karena grafik audio terhubung langsung ke output audio sistem, menonaktifkan suara di browser untuk tab tersebut tidak cukup untuk menghentikan pemrosesan sinyal. Mekanisme serupa juga dapat dimanfaatkan untuk sidik jari audio, yaitu teknologi yang mengidentifikasi perangkat berdasarkan perbedaan kecil dalam pemrosesan sinyal audio yang sama. Hasilnya dipengaruhi oleh prosesor, perangkat keras audio, sistem operasi, browser, dan driver, sehingga kombinasi fitur tersebut dapat membentuk pengenal perangkat yang stabil.

Selain data audio, kode yang ditemukan menunjukkan bahwa skrip AliExpress juga dapat mengumpulkan informasi terkait rendering Canvas, WebGL, pengaturan layar, konfigurasi perangkat keras, kinerja WebRTC, dan aktivitas pengguna. Kombinasi parameter ini memungkinkan pembuatan profil perangkat yang lebih rinci dibandingkan dengan penggunaan satu fitur saja.

Pelaporan ini juga mendapat perhatian dari Brave. Pada 22 Agustus, perusahaan tersebut mengumumkan melalui akun X bahwa browser buatannya, yang secara default melindungi pengguna dari sidik jari digital, telah mendeteksi dan memblokir skrip AliExpress yang bertanggung jawab atas pelacakan audio. Meskipun pengguna browser lain dapat memblokir skrip ini menggunakan alat penyaringan konten seperti ekstensi uBlock Origin, Brave memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi memengaruhi fungsi tertentu di AliExpress.

Menurut 3DNews, penggunaan sidik jari digital oleh layanan internet umumnya bertujuan untuk mencegah penipuan, mendeteksi bot, dan menilai aktivitas mencurigakan. Namun, masalah utama terletak pada minimnya kesadaran pengguna mengenai pengumpulan data semacam ini dan keterbatasan kendali yang mereka miliki atas proses tersebut.