Produk · 2 September 2026
Juga diterbitkan dalam Français, Italiano
Microsoft dorong karyawan soal manfaat sosial pusat data AI meski muncul pertanyaan lingkungan
Microsoft tengah meyakinkan karyawannya bahwa pembangunan pusat data untuk kecerdasan buatan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Langkah ini diambil menyusul sejumlah pertanyaan karyawan mengenai konsumsi listrik, air, dan dampak lingkungan dari fasilitas tersebut. Direktur pengembangan Microsoft, Noël Walsh, mengakui tantangan yang dihadapi perusahaan dalam memenuhi komitmen pengurangan emisi akibat pertumbuhan pusat data AI.
Walsh menyebutkan bahwa AI telah mempersulit pencapaian target pengurangan emisi yang sebelumnya ditetapkan Microsoft. Meski begitu, ia menekankan adanya perbaikan dalam efisiensi energi dan pengurangan konsumsi air di pusat data. Walsh juga menyebut rencana perusahaan untuk membangun infrastruktur energi terbarukan dengan kapasitas puluhan gigawatt.
Menurut Walsh, pembangunan pusat data perlu dilakukan secara disiplin, transparan, dan dengan upaya berkelanjutan untuk meminimalkan dampak negatif serta meningkatkan manfaatnya. Ia menekankan pentingnya memastikan masyarakat sekitar juga merasakan keuntungan dari infrastruktur AI tanpa menanggung beban lingkungannya.
Industri teknologi berupaya meredam penolakan terhadap pembangunan pusat data yang krusial bagi perkembangan AI. Pada awal 2026, setidaknya 75 proyek senilai sekitar 130 miliar dolar Amerika Serikat terhambat atau ditunda akibat protes masyarakat setempat. Kekhawatiran utama meliputi dampak lingkungan dan potensi hilangnya lapangan kerja lokal.
Microsoft mencatatkan peningkatan emisi CO2 sebesar 25% pada 2025 akibat pembangunan pusat data yang boros energi. Perusahaan juga menginformasikan kepada mitra pembangunan berkelanjutan bahwa mereka akan menarik diri dari kesepakatan baru mengenai kredit karbon. Selain itu, Microsoft tengah mempertimbangkan untuk meninggalkan target penggunaan 100% energi terbarukan untuk seluruh operasinya.
Dalam catatan internal, Walsh menyoroti sejumlah capaian lingkungan Microsoft. Ia menyebut efisiensi penggunaan air di pusat data telah meningkat hampir 90% sejak generasi pertama server perusahaan. Selain itu, Microsoft telah menjalin kesepakatan untuk menambah hingga 40 gigawatt energi terbarukan di seluruh dunia. Sekitar 90% peralatan pusat data yang dinonaktifkan dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.
Untuk merespons kritik terhadap pembangunan pusat data, perusahaan teknologi meluncurkan kampanye hubungan masyarakat, memberikan konsesi baru, dan menyesuaikan pendekatan terhadap kebijakan lokal. Pada Januari 2026, Microsoft mengumumkan tidak lagi mengejar insentif pajak dari wilayah tempat pembangunan pusat data. Perusahaan berjanji untuk menanggung sendiri biaya energi agar masyarakat tidak membayar lebih mahal untuk listrik.
Habr News melaporkan berita ini.