Pendanaan · 17 September 2026
Juga diterbitkan dalam हिन्दी, Italiano, Русский, Español, Français, Nederlands, Polski
Furo Kumpulkan 4 Juta Euro untuk Pengembangan dan Ekspansi
Furo, perusahaan startup perangkat lunak energi asal Munich, telah menyelesaikan putaran pendanaan senilai 4 juta euro. Pendanaan ini dipimpin oleh investor New York, TQ Ventures, serta partisipasi dari Neo, Sandberg Bernthal Venture Partners, dana Sheryl Sandberg, dan CDTM Venture Capital. Dana segar tersebut akan digunakan untuk pengembangan perangkat lunak, ekspansi ke pasar Eropa lainnya, dan perekrutan tim.
Furo menolak tawaran dari Google dan Apple pada 2025 untuk membangun startup mandiri di Munich. Perusahaan fokus pada pengembangan perangkat lunak untuk baterai penyimpanan energi, yang membantu pengguna mengoptimalkan penggunaan listrik berdasarkan prediksi harga dan cuaca hingga 48 jam ke depan. Perangkat lunak ini diklaim dapat mengurangi biaya listrik hingga 40 persen.
Lena Sophia Voß, salah satu pendiri Furo, mengatakan: "Pelanggan kami membeli baterai untuk mengurangi tagihan listrik, bukan sekadar memiliki teknologi. Di pasar listrik yang paling volatil di dunia, perangkat lunak, bukan perangkat keras, yang menentukan. Itu sebabnya kami mendirikan Furo."
Platform Furo mencakup perencanaan sistem penyimpanan, optimasi operasional, dan pemasaran kapasitas bebas. Produk ini dijual melalui perusahaan instalasi, pengembang proyek, produsen baterai, dan penyedia energi. Lebih dari 800 perusahaan di Jerman dan Eropa telah menggunakan platform ini di lebih dari 6.000 lokasi.
Ben Rohloff, Direktur Komersial & Industri di Enpal, mengatakan: "Kami dan pelanggan kami mendapatkan transparansi tentang apa yang dilakukan baterai dan mengapa. Perbedaan ini terlihat jelas dalam penjualan. Kami memiliki lebih banyak proyek baterai sekarang dibandingkan setahun lalu."
Furo didirikan pada 2025 oleh Lena Sophia Voß, Leonie Wagner, dan Simon Wittner di bawah nama Lumera Energy. Ketiganya mengenal satu sama lain dalam program master bersama di Center for Digital Technology and Management (CDTM) LMU dan TU Munich. Mereka memiliki pengalaman dari perusahaan seperti Apple, Google X, Stanford University, UC Berkeley, dan Boston Consulting Group.
Munich Startup melaporkan kisah ini.