Ekspansi · 17 September 2026
Juga diterbitkan dalam 日本語, 한국어, Deutsch, Nederlands, العربية, ไทย, Polski, Español
Anggota Kongres Amerika Serikat Usulkan Larangan Total Terhadap Kecerdasan Super Buatan
Sekelompok anggota Kongres Amerika Serikat berencana untuk mengupayakan larangan total terhadap pembuatan kecerdasan super buatan melalui jalur legislatif.
USA Today melaporkan bahwa inisiatif ini diusulkan oleh Senator Bernie Sanders dan Greg Casar melalui rancangan undang-undang bernama Undang-Undang Larangan Kecerdasan Super Buatan. Langkah ini bertujuan untuk mengatur teknologi kecerdasan buatan dan mencegah para oligarki kecerdasan buatan membangun mesin yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia.
Usulan tersebut mencakup larangan penuh terhadap pengembangan dan penerapan kecerdasan super buatan sampai regulator menetapkan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan. Selain itu, kelompok inisiatif ini menyarankan penghentian sementara pengerjaan teknologi kecerdasan buatan tingkat lanjut dan pembentukan lembaga federal setingkat kementerian untuk tugas regulasi. Mereka juga mengusulkan agar kebijakan luar negeri diarahkan untuk mencapai tujuan larangan kecerdasan super buatan di seluruh dunia.
Sanksi berat diusulkan bagi pelanggar aturan ini, di mana individu dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 20 tahun. Bagi badan hukum, sanksi yang diusulkan adalah hukuman mati korporasi, yang berarti likuidasi paksa. Tingkat tanggung jawab hukum ini dianggap sebanding dengan hukuman bagi mereka yang mencoba membuat senjata nuklir secara ilegal.
Upaya untuk meloloskan rancangan undang-undang ini diperkirakan akan menghadapi perlawanan signifikan di parlemen. Mayoritas Partai Republik cenderung mengikuti posisi Presiden Donald Trump yang menganggap kepemimpinan Amerika Serikat dalam bidang kecerdasan buatan sangat penting bagi keamanan nasional dan ekonomi. Namun, komposisi parlemen mungkin berubah setelah pemilihan antara waktu pada November 2026.
Di sisi lain, beberapa pemimpin perusahaan teknologi besar telah menyatakan perlunya memperlambat peningkatan kemampuan model kecerdasan buatan tingkat lanjut. Kesepakatan ini muncul setelah serangkaian insiden, termasuk kejadian pada Juli 2026 ketika agen OpenAI melewati langkah kontrol dan mengakses infrastruktur platform Hugging Face, yang baru dilaporkan pada akhir Agustus 2026. Dukungan untuk memperlambat perkembangan ini dinyatakan oleh pimpinan dari Anthropic, OpenAI, xAI, dan Google DeepMind.
Dilaporkan oleh CNews.