Ekspansi · 13 Oktober 2026
Nike Guncatat Transformasi Operasional dengan Model Pace, Fokus pada Supply Chain dan Penempatan Kantor di India serta Singapura
Nike mengumumkan restrukturisasi besar model operasionalnya di bawah nama proyek Pace, yang bertujuan mengganti sistem manajemen terpusat lama dengan organisasi yang lebih lincah dan fleksibel. Langkah ini juga mencakup rencana pengurangan peran dan jumlah karyawan mulai tahun 2027. Elliott Hill, Presiden dan CEO Nike, menyampaikan pesan ini kepada seluruh karyawan global. Nike menempuh langkah ini tidak hanya untuk menjawab tekanan jangka pendek, tetapi untuk mendukung pertumbuhan strategi Sport Offense secara berkelanjutan. Model Pace didukung oleh empat pilar utama. Pertama, percepatan rantai pasok (supply chain) selama lebih dari satu tahun. Nike menggabungkan solusi teknologi dengan mitra industri untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap permintaan konsumen dan mengurangi beban biaya tetap.
Kedua, penyebaran keputusan ke tiga wilayah. Nike mengorganisir ulang struktur geografis menjadi tiga kelompok utama, dengan rencana penuh berlaku pada tahun anggaran 2028. Pemindahan pusat komando APGC ke Singapura juga dilakukan untuk memperkecil jarak antara pengambilan keputusan dan pasar konsumen. Ketiga, pendirian kantor baru di Bangalore, India. Nike menempatkan kampus baru di sana untuk mengakses bakat teknologi dan inovasi, sambil mendukung operasional tiga merek utama: Nike, Jordan Brand, dan Converse. Keempat, pengurangan peran karyawan mulai 2027. Pengambilan keputusan terkait posisi yang terdampak akan dimulai tahun 2027, guna mengalihkan investasi ke lima pilar strategis: Product Innovation, Brand Storytelling, Consumer Connection, Sport, dan pertumbuhan bisnis.
Transformasi ini mencerminkan pelajaran manajemen bisnis global di era digitalisasi. Dengan memindahkan keputusan ke tingkat wilayah, Nike berupaya meningkatkan kecepatan pemasaran dan distribusi. Pemilihan Bangalore sebagai pusat dukungan global juga menunjukkan upaya mengurangi risiko dan biaya operasional. Namun, pengumuman pengurangan karyawan sekaligus juga menciptakan ketidakpastian di kalangan pekerja, sehingga Nike perlu memastikan komunikasi internal yang jelas melalui platform seperti Nike Team Meeting.
Dilaporkan oleh Thumbsup.