Ekspansi · 16 September 2026

Ekonom Swedia Soroti Tantangan Besar bagi Menteri Keuangan Mendatang

An aerial view of the Hong Kong Island skyline and Victoria Harbour at low sun
Lok Yiu Cheung / Unsplash

Ekonomi Swedia menghadapi berbagai tantangan signifikan yang akan dihadapi oleh menteri keuangan di masa depan. Dagens PS melaporkan bahwa isu-isu utama mencakup dampak dari Donald Trump, krisis iklim, kecerdasan buatan, dan daya saing nasional.

Robert Bergqvist, seorang ekonom senior di SEB, menyatakan bahwa banyak tantangan berkaitan dengan geopolitik dan perkembangan situasi dunia. Ia mencatat bahwa faktor eksternal yang dihadapi pemerintah saat ini tidak tertandingi selama empat puluh tahun pengalamannya sebagai ekonom. Bergqvist menyebutkan adanya tantangan sistemik, mulai dari kebijakan keamanan hingga sistem perdagangan global yang terganggu oleh rencana tarif Donald Trump. Ia mengategorikan krisis iklim dan pengaruh Trump sebagai krisis sistemik yang berdampak pada seluruh negara di dunia.

Dalam hal teknologi, Bergqvist menekankan bahwa Swedia harus bertindak tegas dalam investasi kecerdasan buatan dan pengembangan teknologi agar dapat mengejar Amerika Serikat dan Tiongkok, setelah sebelumnya mengalokasikan dana miliaran untuk pertahanan negara.

Susanne Spector, kepala ekonom di Danske Bank, mengidentifikasi daya saing Swedia sebagai tantangan besar. Ia menyoroti bahwa Tiongkok mengambil pangsa pasar di sektor-sektor di mana Swedia dan Eropa sebelumnya memimpin, terutama dalam pengembangan produk seperti baterai mobil listrik dan sel surya. Spector menyarankan agar pemerintah mendatang mengalihkan fokus dari stimulus jangka pendek menuju strategi luas untuk memperkuat Swedia dan Eropa di tengah dunia yang semakin terpolarisasi.

Senada dengan Spector, Annika Winsth, kepala ekonom di Nordea, menekankan pentingnya kebijakan jangka panjang. Ia mengkritik partai-partai politik dalam kampanye pemilihan yang dianggap terlalu fokus pada masalah keuangan rumah tangga jangka pendek daripada memikirkan cara memperkuat negara dalam menghadapi tantangan besar.

Fredrik NG Andersson, seorang ekonom nasional di Universitas Lund, menyatakan bahwa meskipun Swedia memiliki keuangan publik yang kuat, pemerintah saat ini meminjam banyak uang. Ia memperingatkan bahwa Swedia mungkin melanggar aturan internalnya sendiri, meskipun situasinya masih lebih positif dibandingkan Prancis dan Jerman. Andersson mencatat adanya pengeluaran besar di masa depan untuk transisi iklim, pembangunan pertahanan, dan populasi yang menua.

Selain itu, Andersson menyoroti masalah pasar tenaga kerja. Ia menjelaskan bahwa Swedia memiliki tingkat pekerjaan yang tinggi bagi mereka yang memiliki pendidikan dan kemampuan bahasa, namun menghadapi pengangguran karena kurangnya pekerjaan sederhana yang tidak memerlukan kemahiran bahasa tinggi.